Senin, 05 Mei 2014

Peri(hal) Menunggu

Memandangi jarum jam yang bergerak teratur
Menyadari waktu kian bergulir
Meninggalkan mereka-mereka yang berpayah mengejar
Seorang peri termenung...
Sayapnya patah..
Mengejar waktu ia tidak, terbangpun tidak.
Ia tidak sedang berputus asa
Ia menunggu...
Memandangi polah manusia yang berpacu dengan masa
Tidakkah mereka menyadari sesuatu?

1..2..3..
Waktu tidak pernah terlambat datang
Pun waktu tidak pernah terlalu cepat
Selalu tepat
Manusia, makhluk menggelikan

Memilih berpacu dengan masa
Menggerutu ketika kecewa
Itulah manusia
Apakah mereka lupa?
Hidup bukan hanya perihal masalah kecewa.

Ada rasa syukur yang luput dari penglihatan
Ada kebahagiaan kecil yang enggan mereka cicipi
Mereka terus sibuk memacu waktu...
Awal kecewa...jelas!

Lalu mengapa mereka tidak memilih berjalan beriringan?
Menikmati detik demi detik
Mengisi relung-relung hati dengan syukur
Mencicipi kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang terabaikan
Kau tak perlu menjemput kebahagiaanmu
Tidak perlu!
Ia berada tepat di sampingmu, beriringan denganmu
Selalu.
Kau hanya butuh menyadarinya

Dan peri(hal) menunggu
Ini hanya masalah percaya
Percaya pada bahagia yang menanti disana
Disaat yang seharusnya...tepat pada masanya

Sang peri tersenyum
Betapa beruntungnya ia,
Hanya sayapnya yang patah
Tidak seperti manusia,
Yang kerap kali mematahkan hati mereka sendiri
Mematikannya perlahan-lahan
Dan berdalih orang lainlah yang mematahkan hatinya.
Peri itu begidik....
Manusia, makhluk mengerikan.

Peri menyadari sesuatu
Baginya menunggu tak pernah semenyenangkan ini
Sang peri mendongak...memejam dan berucap

Life is not only about disappointment, remember?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar