
Embun pagi ini mengisahkan bulir-bulir cerita semalam
Masih segar dalam ingatan,
Panggung yang ramai akan heningnya nyanyian sunyi,
Hingar-bingar musik tanpa suara,
Dan pentas penari tanpa gerak.
Dengan (hanya) kamu sebagai pemeran utamanya
Sekaligus penonton dengan tepuk tangan paling riuh
Embun mengisahkannya dengan sempurna pada setiap bulir...
Sesempurna nafas semesta yang sesak setiap kali malam meninggalkan pagi
Malam meninggalkan pagi dengan jejak pelukan embun yang dingin...
Berbeda dengan pelukan hangat dari senja setiap kali malam disambut..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar