Ku tatap langit malam
Bulan tak lagi tersenyum
Separuhnya bersinar
Separuhnya entah tak kutemukan
Semesta tiada mengijinkanku menatapnya
Pun semesta tak mengijinkanku menatapmu
Tidak rela
Taburan bintang bersanding
Bintang kesayanganku
Selalu berhasil menenangkanku
Selain kamu, tentu saja...
Kepada bintang
Aku bercerita...
Tentang kamu
Tentang kenang
Tentang kecup
Tentang peluk
Lengkung senyummu...
Degub jantungmu...
Renyah tawamu...
Deru nafasmu...
Aroma tubuhmu...
Lembut jemarimu...
Aku ingat.
Aku ingat bagaimana angin memainkan rambutmu
Aku ingat bagaimana air mencumbu tubuhmu
Aku ingat bagaimana senja memanjakan matamu
Aku ingat bagaimana bintang memukau anganmu
Aku ingat semuanya...
Ah sialan..
Aku mengutuk diriku sendiri
Mengutuk lengah yang ku ijinkan hadir
Mengutuk lalai yang ku acuhkan
Kamu dengan angkuh mengambil alih atas aku
Membusungkan dada lalu melenggang membawa hatiku
Tanpa tahu kau bawa kemana hati itu
Aku tengelam...
Denganmu dan permainan yang kau ciptakan
Ku ceritakan semua pada bintang
Bibirku melengkung senyum simpul
Bintang sangat tahu senyumku
Bintang sangat tahu makna senyumku
Bintang sangat tahu alasan di balik senyumku
Dan bintang juga tahu aku sedang gusar
Kepada bintang
Aku menyerah...
Bintang tahu hatiku tidak setegar wajah
Aku senang dia tahu
Sesakku sedikit menguap menuju rengkuhnya
Setetes hujan jatuh mencipta aliran
Kepada bintang
Aku mengaku...
Aku sangat merindukanmu....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar