Kamu tidak lebih dekat dari urat nadi
Karena sesungguhnya ia milik Tuhan
Kamu tidak selalu lekat dengan pelupuk mata
Karena sungguh butuh jarak untuk melihat dengan jelas
Kamu hanyalah bagian atas aku
Tiada kamu, aku takkan utuh
Itu saja...
Jika aku diijinkan untuk dekat denganmu
Aku ingin kamu sedekat matahari
Ia menghangatkan....memberikan kehidupan
Ia membuatku tau seperti apa rupa bintang
Ia membiarkanku tahu seperti apa lengkung bulan
Ia mengijinkan mataku menikmati semesta
Tidak ku tulis engkau dalam hati
Karena sungguh Sang Maha selalu membolak-balikkan
Tidak ku tulis engkau dalam otak
Karena sungguh aku adalah pengingat yang payah
Jika aku diijinkan untuk menuliskanmu
Aku ingin menuliskanmu pada punggung angin
Tidak terlihat memang
Tetapi kamu membentang cakrawala
Memenuhi semesta
Dan ijinkan aku menjadi semesta yang menantikan kehadiranmu (?)
Terbanglah, Sayang....
Tiada akan ku kekang
Bebaslah, Sayang....
Kamu bukanlah burung yang butuh sangkar
Karena aku tahu, kamu tahu jalan pulang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar